Pssstt… You’re Invited..!

Birthday Party Report:

Bakmi goreng seafood, Vivid yang akan urus. I Crave donuts sudah dipesan Feli, akan diantar ke kantor sekitar jam 4-5 sore, aku yang akan terima, no. telp I Crave menyusul. Dina beli gelas, garpu plastik, tissue makan, piring kertas. Feli beli lilin ulang tahun… dan seterusnya, dan seterrusnya… Begitu hasil birthday party coordination meeting H-3 kami di kantor, during lunchtime.

Kami yang berulang tahun: Yunita-Felicia-Ruby-Dina si Lady in Red-Vivid. Mbak Juli, entah lagi ngacir kemana..

Bukan…! Kami bukan kembar 6 yang punya hari lahir sama, yang bikin acara ulang tahun di kantor bareng-bareng. Vivid lahir 23 Juni, aku 27 Juni, Ruby tanggal 12 Juli, Mbak Juli 13 Juli, Felicia 16 Juli, Dina 27 Juli. Kami ingin merayakannya bersama-sama demi berbagi bahagia bersama teman sekantor.. Masa iya siiy, cuma berbagi masalah…?

Hampir jam 3 sore, undangan dikirim.. Uppffhh… rasanya mungkin mirip seperti orang yang memutuskan untuk menikah. Hueheheheee…. Abisnya, begitu undangan terkirim, there’s no way back. Acaranya nggak boleh gagal. Rencana kudu jalan terus. Kudu siap dogossipin juga..!! [Gghrrrrr..... Siape lo?! Luna Maya?]

Detik-detik Menjelang Pesta

Mbak Juli paling sibuk downloading semua peralatan pesta dari mobilnya. Mulai dari alat makan, pemanas, karaoke, kompor, dll. Dia bahkan butuh 2 hari untuk berhasil mengangkut semuanya dari rumah ke kantor. Aku dan Ruby sibuk cari akal gimana caranya bikin kue ulang tahun kami yang imut itu, biar bisa lebih tampak menyolok. There’s no birthday without a birtday cake, huh?

Tiba-tiba…….. “Hadduuuuhhh……!!! Kok pepayanya dipasang begitu sih? Ini kan maksudnya  ”Wish upon a star”…!!” kata Feli ke Dina, yang menancapkan pepaya berbentuk bintang pada tusuk sate – bukannya ditusukkan tegak lurus mengarah ke atas, malah ditusuk melintang. Dengan ringan, Dina bilang, “Oh, ini bentuknya bintang, to? Nggak bilang sih…” Huahahaaaa….. Kami memang menyiapkan sate buah. Simpel, segar, dan yang paling penting, nggak butuh wadah. Bikin pesta di kantor, tentu peralatan makannya terbatas kan? Sate buah bisa dijadikan solusi.

Dan…. presentasinya juga bisa OK loh.. Kami menancapkannya di atas kulit semangka yang ditelungkupkan, setelah dagingnya habis dikeruk. Oh ya, ada cerita lucu, tentang Mas Wawan, one of our OBs yang bantuin nyiapin pesta. Pas dia angkut semangka yang tinggal daging kulit luarnya itu dari mobil ke ruang meeting room - yang kami minta ’secara paksa’ untuk dijadikan tempat pesta – dia tanya begini ke Feli: “Mbak, gimana cara makan semangkanya, kalo sudah habis begini..??”  **%#*()_^)@!!??*&^*()…!!!!!!!

Lite Dinner Served, Karaoke Provided!

Selasa, 29 Juli 2008, jam 6 sore: Pesta dimulai…! Seneng banget ngeliat wajah teman-teman yang datang. Semua keliatan happy, padahal udah lepas jam kantor, dan pastinya mereka udah pada capek. Mereka langsung berbaur dan hahahihi. Kami berenam yang punya acara jadinya tak terlalu repot berusaha membuat mereka merasa nyaman. It’s a semi-private party. Sejak awal memang sudah dirancang begitu, demi mendapatkan suasana hangat dan bisa dapat suasana riang-gembiranya sekaligus. There can be no birthday without the happy…

Sambil menunggu kedatangan teman-teman yang lain, Bu Mona, penyayi professional yang dengan baik hati bersedia kita bayar dengan cek kosong, asyik berlatih sekalian check-sound, Dina sibuk mencampur minuman andalan pesta, Purple Punch; aku nerusin bikin nachos, memanaskan roast chicken; Felicia mulai membuka aluminium foil yang membuka Nasi Pakistannya [cara membuat semua menu itu, ada di bagian paling bawah tulisan ini]. Lalu, datanglah saat dimana pesta benar-benar tak dapat ditunda lagi…

Nggak ada ulang tahun tanpa harapan dan doa yang dipanjatkan. Pak Faesol, dengan penuh perhatian membuat ‘make a wish moment’ untuk kami: “Semoga diberi kesehatan dan rejeki……..” Dijawab keras oleh semua yang hadir: Amin…!!; “Semoga diberi jodoh bagi yang belum menemukan jodohnya………” Jawabannya makin keras lagi: “AAAaaammmiiinnnnn……..!!!!!”

Blow them out!!! Oooppss…. Feli….., knapa tiup 2 lilin sekaligus…??? Hehehe… Lilinnya emang cuma 6, masing-masing cuma kebagian satu lilin, jadi emang susah kalo cuma niup 1 lilin aja. Pantasnya sih, kita punya 18 lilin untuk kita tiup sendiri ya, Fel? Tahun ini, kita kan berulang tahun yang ke 18… [hehe.. lari aja terus dari kenyataan...]

Perut sudah lapar, saatnya menyerbu makanan. Aneka bakso, sponsored by our friend Enis, sudah menggelinding ke perut masing-masing. Enis juga rajin banget untuk constantly checking tingkat kepanasan kuah baksonya. Apalagi maksudnya kalo bukan menyiapkan yang terbaik buat teman-teman.

Hasilnya? Temen-temen yang semangat pengen nambah bakso, terpaksa kecele, bengong mendapati tungku bakso yang melompong, karena lagi diangkut dari meja untuk dipanasin. Sambil memegang mangkuk kosongnya, aku temukan ada ekspresi bingung plus kecewa di wajah mereka.. “Baksonya doongg….!!!”  Lalu terdengar sahutan yang melegakan, “Comingggg…..!!”

gerombolan senang-senang di sore itu...

sebagian gerombolan senang-senang di sore itu...

Nasi Pakistan, rasanya enak banget. Itu satu-satunya menu yang mengenyangkan. Bang Arya yang baru terima medical record-nya, terpaksa tak mempedulikan what it says. Cholesterol? LDL? (errr… uhmmm.. apaan tuh??). Maap Bang, we couldn’t resist serving it. Bakmi goreng seafood, sebagai simbol pajang umur, ludes juga. Buat yang tahan nggak makan nasi di malam hari, kami sediakan cemilan risoles isi keju dan daging asap. Purple Punch bikinan Dina yang sedikit asem dan segar terasa cocok sekali menyapu lidah setelah menikmati santapan yang bikin gendut. Trus, ada green tea ice cream dan chocolate cookies, siapa yang bawa ya?? Lala? Thanks loh…

"Bang Toyib.. Bang Toyib.. knapa tak pulang.. pulang...."

Put the music on..!! Ini penampilan Bu Mona dan Pak Roesman. Tapi mereka tidak menyanyikan lagu dangdut itu kok. Mereka menyanyikan lagu… eee.. apa yah? Duh, lupa. Tapi yang penting, mereka senang. That’s the point! We couldn’t ask for more. Look Tandar, one of our OBs, dia juga terlihat menikmati suasana. Meski lagu yang dinyanyikannya bernada “doooo” semua, justru itu yang bikin pestanya makin seru..!

Indeed, there’s no party without presents… Tapi, bener loh, kami tak mengharapkannya. But it’s really sweet that our friends coming with presents in hands. Tapi ughh…!!!! Dasar semuanya suka jahil. Kurang rela ngasih kado tanpa ngerjain kami lebih dulu.

waaahh.... dapet apa ya?

waaahh.... dapet apa ya? Itot bilang, besar kado tak mencerminkan harganya...

bergaya ala selebritis, nunjukin buku nikahnya ke media

Pak Roesman, bikin permainan yang rada nggak jelas. Tujuannya cuma satu: bikin kami bisa dihukum. Kami kudu ikutin perintahnya berbaris berdasarkan tanggal ulang tahun, berdasarkan jam kami dilahirkan, berdasarkan nama hari kami berulang tahun, berdasarkan tinggi badan….. Hadoooww…!! Maksudnya apa??Tapi suasana jadi tambah seru dan panasss….!! Vivid yang gagal berbohong tentang jam lahirnya, dihukum menyanyi. Aku gagal menyadari tinggi badanku yang sebenernya (sok tinggi, tepatnya. begitu sendal kucopot, tampaklah kondisi yang sebenarnya). Aku juga dihukum tanpa belas kasihan. Pak, we love you, though!

international paparazi capturing every single moment...

international paparazi capturing every single moment...

Thankful

Thanks to Pak Roesman yang ngijinin kami bikin pesta di Goa Terrace dan bikin pestanya meriah. Thanks to Eva yang udah susah-susah milihin kita kado yang super cantik. Kotak berisi coffee-set yang jadi milikku, masih kusimpan rapi. Thanks to Enis sebagai donor. Thanks to Lala for your support. Thanks to Mira & Maya untuk gift-nya. Thanks to Bu Mona yang bertahan karaoke dengan kami sampe jam 9 malam. Thanks to Itot yang temani kami nyanyi gila-gilaan termasuk matiin lampu ruangan. Thanks to Abang untuk rekaman video-nya. Thanks to Bu Esti yang bikinin kami masing-masing kartu ucapan selamat ulang tahun.

Thanks to semua yang bikin doa bagus-bagus di kartu itu. Thanks to semua yang meluangkan waktu untuk kami. Thanks to semua yang menyediakan foto-foto ini. Thanks to semua yang ada di balik layar.

Semoga kita semua panjang umur…!

————————————————————————————-

MenuPestaKami

Pakistani Rice

Nasi Pakistan

Nasi Pakistan a la Felicia's Mom

A.
1 thumb-sized piece ginger
3 cloves garlic
4 green chillies
 
B.
1 handful mint leaves
2 stalks coriander with roots, rinsed
2 tomatoes, cut in eights
2 tablespoons tomato puree
 

Seasoning
2 teaspoons salt
2 teaspoons msg
1 teaspoon sugar
1.6 kg (3.5 lb) chicken quartered
225 g (8 oz.) ghee or 112 g (4 oz.) butter with 112 ml (4 fl. oz.) oil
1 teaspoon dry chilli powder mixed to a paste with water
1 level teaspoon garam masala (see recipe)
170 ml (6 fl. oz.) evaporated milk mixed with 1 tablespoon lemon juice and
112 (4 fl. oz.) water
285 g (10 oz.) shallots, thinly sliced.
 
Method
1. Marinate chicken pieces with 1 level tablespoon salt and 1 teaspoon msg  for 1 hour.
2. Heat a large saucepan with half of the ghee.  Fry the shallots till golden brown. Set aside.
3. Fry A till fragrant.  Add chilli paste and garam masala, then add in B, seasoning and 1/2 of the milk mixture. Stir-fry till oil bubbles through.
4. Put in chicken pieces, fried shallots, remaining milk and oil. Cook over high heat for 10 minutes.
5. Reduce heat to low and cook gently till chicken is tender. Drain chicken, keeping oil to cook the briani rice.
 
To Cook Rice

C.
1 teaspoon chopped ginger
1 tablespoon chopped garlic
4 shallots, thinly sliced

D.
5 cm (2 in) cinnamon bark
8 cardamoms, lightly bashed
6 cloves
600 g (21 oz.) Basmati (long grain) rice, washed and drained
55 g (2 oz.) ghee
 
Seasoning:
1 teaspoon msg or 1 chicken cube
1.5 teaspoons salt
1.1 litres (40 fl. oz.) boiling water

Colouring for Rice:
1. Mix 1 teaspoon yellow food coluring with 0.25 teaspoon Rose essence and 4 tablespoons water.
2. Heat wok with 55 g (2 oz.) ghee to fry C till lightly browned, add in D  and stir-fry for 1/2 minute. Add in the remaining oil and the rice. Stir in pan till oil is absorbed into rice.
3. Pour in the boiling water and the seasoning. Cook rice in an electric   rice-cooker till dry and fluffy. Do not stir while cooking.
4. Remove lid and sprinkle the yellow colouring mixture over rice. Continue to cook for another 10 minutes. Remove from heat. Loosen rice, mixing colours evenly. Serve hot with chicken.

purple punch a la Dina

Purple Punch a la Dina

Purple Punch

1000 ml cranberry juice
1000 ml red grape juice
400 gram gula pasir
500 ml susu cair

Semua bahan didinginkan di lemari es. Tambahkan gula dan susu cair, aduk hingga larut. Sajikan dingin dengan es batu dan irisan strawberry.

Nachos

3 bungkus tortilla
1 kotak keju mozzarella
1 kotak keju cheddar
1 botol salsa pedas
2 tomat buah manis, dibuang bijinya, potong dadu untuk taburan

Atur tortilla di atas piring datar. Serut keju mozzarella menutupi seluruh permukaan tortilla, panaskan dalam microwave 1-2 menit sampai keju meleleh.
Keluarkan dari oven, taburi dengan parutan keju cheddar, olesi dengan salsa, lalu taburi dengan potongan tomat segar. Hidangkan segera.

Sorry, photo not available. Knapa nggak ada yang foto nachos gue…???!! Huuuh…!!

Selamat mencoba. Semua resep telah dicoba di dapur Goa :)

 

6 Comments

  1. ehem…
    setuju banget sama story diatas. ga nyangka deh bisa nge-arrange acara ultah keroyokan kayak gini….seru…kompak…dan…FUN!! kapan lagi coba? direktur gue aja ga pernah bikin yang ginian – jangan diterjemahin ke bahasa belanda ya-.
    dari mulai doa yang dipanjatkan untuk the birthday women, sampai makan-makan dilanjutin jepret sana jepret sini bak supermodels disertai shooting video yang ga kalah heboh dengan nyanyian merdu penyanyi profesional…bikin pesta ini jadi meriah ah ah ah….
    maunya sih next year bikin acara ini lagi jika Tuhan mengijinkan…jika kontrak diperpanjang…jika kita tidak terpencar-pencar…jika pak Roesman mengijinkan (warden bo’!)…Amin…

  2. seneng juga akhirnya… bisa baca lagi the newest news from u. a nice b’day party!! potonya kurang nyak!

  3. Sangat berkesan deh pestanya. Ngga nyangka persiapan & acaranya profesional bgt. Gue udah copy paste itu resep Nachos & minuman ala Dina. Bukan apa2, kayaknya itu yg paling bisa gue pelajari & coba.
    Makasih ya! Tahun depan lagi? he he he….

  4. hehehehe..jadi ketawa sendiri baca cerita ttg pestanya..sayang kita gak ada foto2 “pre wed” selama kita technical meeting ya.. kalo ada fotonya, bisa keliatan tuh, menu gak pernah jauh dari nasi gudeg, nasi gudeg and nasi gudeg lagi.. capee deeeh… untung kita gak kepikiran untuk masukin nasi gudeg di menu ya :-P

    jangan lupa big thanks buat para “kelinci2 percobaan” yang udah kita korbanin demi dapetin rasa punch dan nachos yang “pas” ..hahhaahaha…

    Yun, boro2 foto nachos.. kebagian nachosnya aja enggak… hiks… (;_;)

  5. Kak Ita, thanks sudah mampir. Silakan coba resepnya, gampang banget kok, pasti sukses. Cucok bener ama lifestyle kakak yang kosmopolit itu (susah masuk dapur, gitu. hehehe…).
    Oh iya, lagu Michael Jackson “Ben” yang dinyanyikan pas party kemarin itu, enak banget tuh… Bikin paduan suara yuks? Hehehee……
    Oh, tak perlu lah ya.. Mending bikin party lagi…. :D

  6. Curiga neh, kenapa ngerayainnya keroyokan; bukan menghindari dua cakes yang lilinnya masing-masing usia akil baliq itu toh yun?
    Sing pengting panjang umur, sehat; dan semoga tiap tahun ada hari seperti hari itu. Artinya Yunita akan merayakan ulang tahun lagi lagi lagi lagi lagi lagi dan lagi dan lagi dan lagi….ever unto the ages of ages


Comments RSS

Leave a comment